Peninggalan Situs
Pakis Trowulan Heritage
Candi Brahu
Candi bata merah yang bentuknya menyerupai stupa sehingga diyakini bercorak Buddha. Menurut kepercayaan setempat, upacara kremasi raja-raja awal Majapahit dilakukan di sekitar sini; hal ini sulit dibuktikan tetapi didukung temuan yang menunjukkan fungsinya sebagai bangunan pemuliaan. Reruntuhan Candi Gentong berada tak jauh darinya.
Candi Tikus
Petirtaan atau kolam pemandian ritual berbentuk cekungan persegi dengan tangga di sisi utara. Ditemukan tahun 1914 dan dinamai “tikus” karena saat digali tampak seperti sarang tikus. Bangunan utamanya meniru Gunung Mahameru, dan dipugar tahun 1985 dan 1989.
Gapura Bajang Ratu
Gapura paduraksa bata merah setinggi 16,5 meter dari pertengahan abad ke-14, berhiaskan relief Sri Tanjung dan Ramayana. Tradisi mengaitkannya dengan Raja Jayanegara. Pemugaran dilakukan tahun 1915 dan 1985.
Gapura Wringin Lawang
“Gerbang Beringin”, gapura belah (candi bentar) setinggi sekitar 15,5 meter dari abad ke-14. Termasuk candi bentar tertua dan terbesar yang tersisa dari masa Majapahit, diduga pintu masuk kompleks penting di ibu kota.
Kolam Segaran
Kolam kuno terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia, dikelilingi dinding bata merah. Fungsinya diduga sebagai tandon air kota, tempat rekreasi bangsawan, dan penyambutan tamu. Ditemukan tahun 1926 oleh Henri Maclaine Pont. Museum Trowulan berada di sisi baratnya.
Museum Trowulan
Dibuka tahun 1987 di atas lahan sekitar 57.625 m². Menyimpan koleksi terbesar peninggalan Majapahit, juga benda dari masa Kahuripan, Kediri, dan Singasari. Koleksi terkenalnya antara lain arca Airlangga sebagai Wisnu menunggang Garuda dari Candi Belahan, terakota, dan celengan kuno.
Makam Troloyo dan Putri Campa
Kompleks makam Islam kuno dengan nisan bertarikh abad ke-14 sampai ke-15, bukti bahwa komunitas Muslim sudah ada di ibu kota Majapahit. Peziarah juga mengunjungi makam yang dikaitkan dengan Syekh Jumadil Kubra.
Situs Bhre Kahuripan (Watu Ombo)
Petilasan yang dikaitkan dengan Ratu Tribhuwana Tunggadewi, penguasa ketiga Majapahit dan ibu Hayam Wuruk. Ekskavasi 2018 sampai 2020 menemukan sebuah candi berukuran 14 x 14 meter di bawah bangunan modern.
Situs Siti Inggil
Salah satu situs yang tersebar di kawasan Trowulan. Daftar situs lain, seperti Sentonorejo (Sumur Upas), Watesumpak, Nglinguk, dan Candi Kedaton, terus diteliti lewat ekskavasi dan pemetaan LiDAR.
Surya Majapahit dan benda sehari-hari
Selain bangunan, Trowulan menyimpan ribuan artefak: terakota, keramik, uang kepeng, uang gobog, perhiasan emas, dan peralatan perunggu. Dukuh Kemasan dinamai dari kata “mas” karena di sekitarnya ditemukan perhiasan dan alat pengolah emas.
